Manajemen Proyek Sistem Informasi
Proyek
Sistem Informasi. Pengertian Sistem Informasi telah saya bahas pada
postingan sebelumnya. Kali ini saya akan membahas tentang Manajemen
Proyek Sistem Informasi (MPSI).
Manajemen Proyek Sistem Informasi (MPSI) adalah sebuah cara yang
dilakukan untuk mengelola sumber daya (manusia, data, anggaran) untuk
mencapai suatu tujuan yang ditentukan. Apa maksud dari mencapai suatu
tujuan yang ditentukan? Maksudnya ialah suatu proyek yang dimanajemen
sedemikian rupa agar sesuai dengan anggaran, keinginan konsumen, sesuai
jadwal, dll. Hal itulah yang menjadi dasar dari manajemen sistem
informasi tersebut.
Proyek Sistem Informasi
Proyek Sistem Informasi. Manajemen Proyek Sistem Informasi (MPSI)
bisa juga diartikan sebagai langkah-langkah yang diperlukan dalam sebuah
pembuatan proyek sistem informasi untuk mencapai suatu tujuan yang
tadi. Berikut beberapa hal yang dijadikan tujuan dalam hal manajemen
sistem informasi:
- Mutu
- Biaya
- Waktu
Proyek Sistem Informasi. Jika seorang konsumen memiliki biaya rendah,
maka proyek manajer bisa menyesuaikan mutu dengan anggaran yang ada.
Jiak konsumen menginginkan pembuatan proyek cepat, maka konsumen harus
menyediakan dana lebih untuk mendapatkan tujuan tersebut. Begitu juga
dengan tujuan mutu yang dihasilkan.
Dalam hal ini yang mengatur atau mengelola pembuatan sistem informasi
dari awal hingga akhir ialah Proyek Manajer. Dimana proyek manajer
inilah yang bertanggung jawab dan mengatur segala sesuatu tentang proyek
yang dikerjakan. Seperti: mencari proyek, melakukan estimasi waktu dan
biaya, memilih karyawan, dll.
Proyek Sistem Informasi
Terdapat 4 dimensi pada pembuatan Sistem Informasi:
- Manusia, ialah orang yang mengerjakan atau membuat sistem informasi. Mulai dari proyek manajer, hingga programmer.
- Proses, tahap-tahap dimana proyek sistem informasi ini dikerjakan. Pada dimensi inilah dibutuhkan keterampilan seorang proyek manajer untuk mengatur segala sesuatunya agar sesuai dengan tujuan.
- Produk, ialah hasil dari proyek yang dikerjakan. Dalam hal ini sistem informasi.
- Teknologi, sesuatu yang terdapat pada produk. Hal ini dapat berkaitan dengan mutu atau kualitas dari sebuah proyek.
Sebenarnya, proyek tidak hanya sistem informasi saja yang perlu
dimanajemen sedemikian rupa. Proyek-proyek lainnya pun saya rasa perlu
dilakukan manajemen untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Termasuk
proyek bangunan dsb.
Manajemen Proyek
Manajemen
Proyek. Kemajuan dan perkembangan dalam perindustrian telah mendorong
untuk melakukan beberapa aspek pengelolaan dan manajemen yang dituntut
memiliki kinerja, kecermatan, ekonomis, kecepatan, ketepatan, ketelitian
serta keamanan yang tinggi dalam mengelola harapan . Manajemen suatu
kegiatan baik investasi kecil maupun besar dalam skala proyek
memerlukan suatu metode yang sudah teruji, sumber daya yang berkualitas
dan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.
Manajemen Proyek. Proyek merupakan gabungan seperti sumber daya
manusia, material, machine dan modal/biaya dalam suatu wadah organisasi
sementara untuk mencapai tujuan dalam sasaran dan tujuan. Sifat dari
suatu proyek adalah bersifat sementara dan dalam kurun waktu yang
dibatasi. Suatu proyek biasanya terjadi karena suatu keperluan yang
mendesak karena tuntutan pengembangan dari suatu lokasi tertentu.
Manajemen Proyek.
Jenis proyek dalam buku ini dikelompokkan berdasarkan komponen kegiatan utama dan hasil akhirnya, yaitu :
- Proyek konstruksi. Hasilnya berupa pembangunan jembatan, gedung, jalan raya, dsb.
- Proyek Industri Manufaktur. Kegiatannya mulai dari merancang hingga terciptanya suatu produk baru.
- Proyek Penelitian dan Pengembangan. Melakukan penelitian dan pengembangan hingga tercuptanya sebuah produk tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu produk, pelayanan atau suatu metode tertentu.
- Proyek Padat modal. Suatu proyek yang memerlukan modal yang besar. Misalnya pembebasan tanah, pembelian dan pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dsb.
- Proyek Pengembangan Produk Baru. Merupakan gabungan dari proyek penelitian dan pengembangan dengan proyek padat modal.
- Proyek Pelayanan Manajemen. Berhubungan dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan. Misalnya pengembangan sistem informasi perusahaan, Peningkatan produktivitas dari karyawan, dsb.
- Proyek Infrastruktur. Penyediaan kebutuhan masyarakat luas dalam hal prasarana transportasi, Waduk, pembangkit listrik, instalasi telekomunikasi dan penyediaan sumber air minum.
Manajemen Proyek. Definisi dari manajemen proyek yaitu penerapan ilmu
pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, cara teknis yang terbaik dan
dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang telah
ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu,
mutu dan keselamatan kerja. Dalam manajemen proyek, perlunya
pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki
keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek bisa tercapai. Yang
perlu dikelola dalam area manajemen proyek yaitu biaya, mutu, waktu,
kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan
sistem informasi. Manajemen Proyek.
Ada tiga garis besar yang dibahas dalam buku ini untuk menciptakan berlangsungnya sebuah proyek, yaitu :
- Perencanaan
Untuk mencapai tujuan, sebuah proyek perlu suatu perencanaan yang
matang. Yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu
proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar
dapat diimplementasikan.Tujuannya agar memenuhi persyaratan spesifikasi
yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya dan keselamatan kerja.
Perencanaan proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa
nilai, perencanaan area manajemen proyek (biaya, mutu, waktu, kesehatan
dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem
informasi.).
- Penjadwalan
Merupakan implementasi dari perencanaan yang dapat memberikan
informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi
sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, material), durasi dan
progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek mengikuti
perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. Proses monitoring
dan updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang
realistis agar sesuai dengan tujuan proyek. Ada beberapa metode untuk
mengelola penjadwalan proyek, yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning
dan waktu dan durasi kegiatan. Bila terjadi penyimpangan terhadap
rencana semula, maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar proyek
tetap berada dijalur yang diinginkan.
- Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek. Tujuan utama dari
utamanya yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi
selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek yaitu
optimasi kinerja biaya, waktu , mutu dan keselamatan kerja harus
memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan yang dilakukan dalam
proses pengendalian yaitu berupa pengawasan, pemeriksaan, koreksi yang
dilakukan selama proses implementasi. Manajemen Proyek.